Bukittinggi – Rumah Jurnal UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan mutu publikasi ilmiah di lingkungan kampus. Sebagai bagian dari langkah strategis tersebut, Rumah Jurnal menyelenggarakan Workshop Manajemen Publikasi Jurnal Berbasis Open Journal Systems (OJS) Versi 3, yang berlangsung di Aula Sinema Gedung S, Kampus II UIN Bukittinggi, pada Rabu (8/10/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh para pengelola jurnal ilmiah di lingkungan UIN Bukittinggi yang terlibat langsung dalam proses pengelolaan sistem publikasi ilmiah. Tujuan utama workshop ini adalah memperkuat kompetensi teknis dan manajerial pengelola jurnal dalam mengoperasikan OJS versi 3, yang kini menjadi standar nasional dalam tata kelola jurnal ilmiah modern.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., seorang pakar teknologi informasi yang juga menjabat sebagai Chief Editor Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi), jurnal bereputasi internasional yang terindeks Scopus, sekaligus dosen di Politeknik Negeri Padang. Dalam paparannya, Dr. Yuhefizar menekankan bahwa transformasi digital dalam manajemen jurnal bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem publikasi ilmiah yang kredibel dan berdaya saing global. “OJS versi 3 bukan sekadar pembaruan sistem. Ia membawa perubahan paradigma dalam manajemen editorial, workflow, dan kontrol metadata. Pengelola jurnal harus adaptif agar publikasi kampus tidak hanya memenuhi standar akreditasi nasional, tetapi juga siap bersaing di indeks internasional,” jelas Dr. Yuhefizar.
Sementara itu, Ketua Rumah Jurnal UIN Bukittinggi, Firdaus Annas, M.Kom., menyampaikan bahwa workshop ini merupakan salah satu program prioritas Rumah Jurnal tahun 2025. Menurutnya, peningkatan kapasitas pengelola jurnal sangat penting untuk menjaga konsistensi mutu publikasi dan memperkuat kualitas akreditasi jurnal di lingkungan kampus. “Rumah Jurnal berkomitmen membangun sistem publikasi yang profesional, transparan, dan berbasis teknologi mutakhir. Penguasaan OJS versi 3 diharapkan dapat mempercepat proses editorial, meningkatkan keterindeksan, serta memperluas akses publikasi ilmiah dosen UIN Bukittinggi,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan teknis langsung mengenai berbagai fitur dalam OJS versi terbaru, seperti manajemen submission, sistem peer review, pengaturan metadata, hingga sinkronisasi dengan platform pengindeks seperti SINTA dan Scopus. Sesi praktik berlangsung secara interaktif, di mana peserta dapat langsung mengonfigurasi dashboard jurnal masing-masing di bawah bimbingan narasumber.
Beberapa peserta menilai workshop ini sangat membantu, terutama bagi jurnal baru maupun jurnal yang sedang dalam tahap peningkatan akreditasi. “Sebelumnya kami masih menghadapi banyak kendala teknis dalam mengelola sistem OJS. Melalui kegiatan ini, kami menjadi lebih memahami struktur manajemen naskah dan standar metadata publikasi,” ungkap salah satu peserta.
Workshop ini menjadi bagian dari program berkelanjutan Rumah Jurnal UIN Bukittinggi yang berfokus pada penguatan ekosistem publikasi ilmiah. Dalam beberapa tahun terakhir, UIN Bukittinggi terus mendorong pengelola jurnal untuk memenuhi standar akreditasi Arjuna dan SINTA, sekaligus membuka peluang kolaborasi publikasi dengan mitra akademik nasional maupun internasional.
Di akhir kegiatan, Firdaus Annas menegaskan bahwa Rumah Jurnal akan terus melaksanakan program penguatan kapasitas serupa, baik dalam bentuk bimbingan teknis, pelatihan digitalisasi naskah, maupun pendampingan akreditasi jurnal. “Kami ingin memastikan seluruh jurnal di lingkungan UIN Bukittinggi dikelola secara profesional dan siap bertransformasi menuju standar global. Ini bagian dari komitmen Rumah Jurnal dalam mendukung visi UIN Bukittinggi sebagai kampus yang unggul dan berdaya saing,” tutupnya.
Written by
Asrul Harahap
0 Comments